KAMUS SISTEM • MONITORING • FORECAST • DAMPAK

Istilah dan Arti yang Digunakan dalam Sistem

Halaman ini merangkum istilah yang digunakan pada Dashboard GIS, Rekapitulasi dan Pelaporan, laporan cetak, serta Metodologi. Seluruh istilah disusun alfabetis A–Z dalam format tabel agar lebih cepat dipindai, dicari, dan dibandingkan.

Istilah terdokumentasi170Disusun dalam tabel alfabet A–Z
01
LDI ≠ CDPI

LDI menggambarkan kondisi/hazard; CDPI menggambarkan prioritas intervensi.

02
F-CDPI* ≠ Forecast CDPI resmi

Tanda * berarti skor screening karena predicted coverage belum tersedia.

03
Potensi kerugian ≠ kerugian terverifikasi

Angka produksi dan rupiah merupakan estimasi skenario sampai divalidasi dengan data lapangan.

04
Desa = unit agregasi

Resolusi fisik data sumber dapat lebih kasar daripada batas administrasi desa.

KAMUS A–Z

Cari istilah dalam tabel atau pilih huruf awal

170ditampilkan
Indeks:
Menampilkan seluruh istilah secara alfabetis.
Istilah tidak ditemukan.Coba singkatan, sinonim, atau kata yang lebih pendek.
No.Istilah / SingkatanPengertianRumus / Catatan
A5 istilah
1A*Komponen area yang dinormalisasi secara logaritmik terhadap drought area maksimum populasi pembanding agar efek ukuran wilayah tidak berlebihan.
A* = ln(1 + DA) / ln(1 + DAmax)
2AccuracyProporsi klasifikasi yang tepat terhadap seluruh observasi pada evaluasi kelas forecast.—
3Affected AreaIstilah untuk area yang memenuhi kriteria terdampak pada monitoring. Jangan disamakan dengan seluruh LBS berisiko pada forecast ketika coverage masa depan belum tersedia.—
4AgreementJumlah indikator utama yang secara bersamaan mendukung sinyal kekeringan sesuai threshold yang ditetapkan. Nilai lebih tinggi berarti dukungan antarindikator lebih konsisten.—
5AnomalySelisih atau penyimpangan kondisi periode berjalan terhadap nilai referensi historis/klimatologis.—
B5 istilah
6Base MonthBulan terakhir observasi yang menjadi titik awal forecast. Dalam implementasi prediksi yang dibahas pada metodologi, base month adalah Juli 2026.—
7Baseline AgreementAtribut forecast yang merangkum kesesuaian indikator dasar pada record desa; pada tampilan sistem dinyatakan sebagai jumlah dari tiga indikator utama yang mendukung kondisi.—
8Baseline KlimatologisPeriode referensi historis yang dipakai untuk menghitung normal, anomali, atau standardisasi. Sistem menjaga baseline tetap agar hindcast/forecast tidak mengalami data leakage.—
9Belum TerpetakanStatus ketika polygon/wilayah belum berhasil dipasangkan dengan record analitik untuk periode/mode terkait. Tidak berarti kondisi aman atau nol kekeringan.—
10β / Beta
β
Koefisien sensitivitas hasil terhadap kekeringan dalam model screening. Nilai default adalah asumsi skenario dan perlu dikalibrasi dengan data produksi/kerusakan historis untuk penggunaan resmi.
Juga dicari: koefisien sensitivitas hasil
C9 istilah
11C*Coverage dalam skala 0–1 untuk formulasi CDPI.
C* = Coverage / 100
12CachePenyimpanan sementara data/aset untuk mempercepat pemuatan berikutnya. Setelah update website, hard refresh dapat diperlukan agar browser tidak memakai versi lama.—
13CDPI
CDPI
Indeks prioritas intervensi desa yang menggabungkan severity, coverage, dan drought area. CDPI adalah indeks prioritas, bukan indeks kondisi tunggal.
CDPI = 100 × (0,50 S* + 0,30 C* + 0,20 A*)
Juga dicari: Composite Drought Priority Index
14CHIRPS
CHIRPS
Dataset curah hujan berbasis satelit dan stasiun yang digunakan sebagai sumber seri curah hujan jangka panjang pada metodologi sistem.
Juga dicari: Climate Hazards InfraRed Precipitation with Station data
15ClimatologyRingkasan kondisi historis yang dianggap sebagai referensi normal untuk bulan atau periode tertentu.—
16Confidence IndicatorIndikator tingkat keyakinan operasional berdasarkan kelengkapan data, valid area, agreement, konsistensi temporal, stabilitas hasil, dan untuk forecast juga mempertimbangkan performa hindcast. Bukan probabilitas formal kecuali model probabilistik dikalibrasi.—
17CoveragePersentase area analisis yang memenuhi kondisi kekeringan. Coverage membantu membedakan kejadian lokal kecil dari kejadian yang mencakup bagian wilayah lebih luas.—
18Curah HujanJumlah presipitasi yang menjadi indikator meteorologis utama. Dalam sistem, curah hujan dipakai antara lain untuk membentuk SPI dan anomali hujan.—
19Cyclical Month EncodingRepresentasi bulan dalam bentuk sinus/kosinus agar Desember dan Januari dipahami berdekatan secara siklik oleh model.
Juga dicari: sin/cos month
D9 istilah
20Data CompletenessDerajat kelengkapan indikator/input pada suatu unit. Kelengkapan yang rendah harus memengaruhi cara pengguna menafsirkan hasil.—
21Data LeakageKondisi ketika informasi masa depan atau target validasi secara tidak sengaja masuk ke fitur/training sehingga performa terlihat terlalu baik. Metodologi sistem berusaha mencegah hal ini melalui cut-off dan validasi temporal.—
22DEA
DEA
Luas setara kekeringan yang menggabungkan luas LBS dan rata-rata stress kekeringan ke satuan ha-equivalent. Bukan klaim bahwa seluruh hektar tersebut rusak secara fisik.
DEA = Luas LBS × (Severity / 5)
Juga dicari: Drought Equivalent Area
23Decision SupportFungsi sistem untuk membantu pengguna menentukan lokasi yang perlu dipantau atau diprioritaskan; hasil tetap memerlukan pertimbangan operasional dan verifikasi lapangan.—
24Desa SpasialJumlah desa yang terwakili pada data/batas spasial dalam cakupan yang dipilih.—
25Desa TerpetakanJumlah desa spasial yang berhasil memiliki pasangan data monitoring/forecast untuk periode yang dipilih.—
26Direct Multi-HorizonStrategi forecast yang melatih model terpisah untuk setiap horizon, sehingga prediksi H+2 tidak wajib memakai hasil prediksi H+1 sebagai input.
Juga dicari: direct forecasting
27Drought AreaLuas area yang diklasifikasikan terdampak kekeringan pada unit analisis. Pada CDPI, komponen area dinormalisasi secara logaritmik agar wilayah besar tidak selalu mendominasi.—
28Drought OrientationPenyamaan arah indikator sehingga nilai yang lebih tinggi secara konsisten berarti kondisi yang lebih kering. Contohnya anomali vegetasi/kelembaban dapat dibalik tandanya.—
E5 istilah
29Early Warning System
EWS
Sistem peringatan dini yang menghubungkan monitoring, perubahan kondisi, prediksi, prioritas wilayah, dan informasi pendukung keputusan.
Juga dicari: sistem peringatan dini
30EkstremKelas forecast tertinggi pada skema yang digunakan sistem.
Forecast LDI ≥ 2,50
31ERA5Dataset reanalisis atmosfer global dari ECMWF yang menyediakan representasi konsisten variabel atmosfer dan daratan.—
32ERA5-LandReanalisis daratan beresolusi lebih detail daripada ERA5 global dan digunakan untuk variabel permukaan seperti soil moisture.—
33ExposureBagian LBS yang dianggap terpapar/berisiko terhadap kekeringan menurut kondisi atau skenario perhitungan.—
F9 istilah
34F-CDPI* Screening
F-CDPI*
Skor screening prioritas forecast ketika predicted coverage belum tersedia. Menggunakan hazard dari Forecast LDI dan FDEA; tanda * menegaskan bahwa skor ini bukan Forecast CDPI resmi.
F-CDPI* = 100 × ((5/7) Hf + (2/7) Af*)
Juga dicari: forecast priority screening
35F1-scoreRata-rata harmonik precision dan recall; membantu menilai keseimbangan antara keduanya.—
36Faktor G
G
Proporsi LBS yang benar-benar aktif/tertanam pada skenario dampak di metodologi. Bila data luas tanam tidak tersedia, G=1 hanya boleh dibaca sebagai skenario konservatif/upper-exposure, bukan kondisi aktual.
Juga dicari: proporsi LBS aktif
37FDEA
FDEA
Forecast Drought Equivalent Area, yaitu luas LBS dikalikan hazard forecast kontinu. Digunakan dalam screening dampak dan F-CDPI*.
FDEA = Luas LBS × Hf
Juga dicari: Forecast Drought Equivalent Area
38Feature EngineeringPembentukan variabel turunan untuk membantu model menangkap pola temporal/spasial, seperti lag, rolling mean, trend, cyclical month encoding, dan missing flags.—
39Forecast CDPI ResmiCDPI masa depan yang baru dapat dihitung dengan struktur CDPI penuh apabila predicted severity, coverage, dan area terdampak yang memadai tersedia atau dapat dimodelkan secara sah. Sistem tidak membuat coverage sintetis hanya untuk mengisi nilai.—
40Forecast Hazard Factor
Hf
Transformasi kontinu Forecast LDI menjadi skala 0–1 untuk perhitungan dampak forecast. Nilai 0 dimulai pada LDI 0,50 dan mencapai 1 pada LDI 2,50 atau lebih.
Hf = clamp((Forecast LDI − 0,50) / 2,00, 0, 1)
Juga dicari: hazard forecast
41Forecast LDINilai LDI yang diprediksi model untuk desa pada horizon masa depan. Nilai ini menjadi dasar kelas forecast, hazard forecast, FDEA, dan screening prioritas forecast.—
42Forecast / PrediksiMode yang menampilkan hasil proyeksi kondisi kekeringan pada horizon H+1 sampai H+5 dari base month yang digunakan model.—
G4 istilah
43GeoJSONFormat teks JSON untuk menyimpan geometri dan atribut spasial yang banyak digunakan untuk pertukaran layer WebGIS.—
44GKG
GKG
Gabah Kering Giling. Unit/komoditas ini harus dibedakan dari GKP agar produktivitas dan harga tidak dicampur tanpa konversi yang jelas.
Juga dicari: Gabah Kering Giling
45GKP
GKP
Gabah Kering Panen. Harga GKP dalam Rp/kg dipakai sebagai parameter nilai ekonomi pada dashboard; pengguna dapat menggantinya sesuai wilayah dan periode.
Juga dicari: Gabah Kering Panen
46Grid AlignmentPenyelarasan posisi grid/piksel antar-raster sehingga operasi matematis dan agregasi dilakukan pada susunan ruang yang konsisten.—
H10 istilah
47H+1 sampai H+5Lima horizon forecast yang dibangun secara terpisah dari base month. Dalam implementasi Juli 2026, targetnya Agustus sampai Desember 2026.—
48ha-eqHektar ekuivalen, satuan untuk DEA/FDEA. Menyatakan luas yang telah dibobot intensitas kekeringan, bukan luas fisik terdampak yang diverifikasi.
Juga dicari: hectare equivalent
49Hard RefreshMemuat ulang halaman sambil memaksa browser mengambil aset terbaru, misalnya dengan Ctrl+F5 pada desktop setelah patch website diunggah.—
50Harga GabahHarga yang digunakan untuk mengubah ton kehilangan produksi menjadi nilai rupiah. Default dashboard dapat diperbarui dan disinkronkan ke Rekapitulasi serta Laporan.—
51Harmonisasi SpasialPenyelarasan sistem koordinat, grid, extent, dan resolusi kerja agar berbagai sumber dapat dianalisis bersama.—
52Harmonisasi TemporalPenyelarasan data ke representasi waktu yang konsisten, dalam sistem terutama ke skala bulanan.—
53HazardBesarnya tingkat bahaya/kondisi kekeringan. Pada sistem, LDI berperan sebagai indikator kondisi atau hazard; pada estimasi forecast dibuat faktor hazard kontinu dari Forecast LDI.—
54HistGradientBoosting
HGB
Keluarga model gradient boosting berbasis histogram yang efisien untuk dataset besar dan hubungan nonlinier.
Juga dicari: HistGradientBoostingRegressor
55HorizonJarak waktu antara base month dan bulan target forecast. H+1 berarti satu bulan ke depan, H+5 berarti lima bulan ke depan.—
56HyperparameterParameter konfigurasi model yang ditetapkan sebelum atau selama tuning, bukan koefisien yang dipelajari langsung seperti parameter internal model.—
I4 istilah
57ID DesaKode identitas administrasi desa yang digunakan untuk join data spasial, monitoring, forecast, dan rekapitulasi antarperiode.—
58InferenceProses menggunakan model yang telah dilatih untuk menghasilkan Forecast LDI pada periode target.—
59Inputs AvailableJumlah input utama yang tersedia pada record forecast. Digunakan untuk memberi konteks apakah prediksi dibentuk dengan kelengkapan input yang memadai.—
60Intensitas Area KeringPada dampak aktual, intensitas kondisional pada bagian area yang tercakup kekeringan. Implementasi menghitungnya agar coverage dan severity tidak dihitung dua kali.—
K5 istilah
61KalibrasiPenyesuaian threshold, bobot, atau parameter model menggunakan data observasi/kejadian historis agar hasil lebih representatif untuk penggunaan operasional.—
62Kering BeratKelas forecast kekeringan berat.
2,00 ≤ Forecast LDI < 2,50
63Kering RinganKelas forecast kekeringan ringan.
1,00 ≤ Forecast LDI < 1,50
64Kering SedangKelas forecast kekeringan sedang.
1,50 ≤ Forecast LDI < 2,00
65KritisKategori prioritas tertinggi. Pada interpretasi CDPI awal, nilai di atas 80 sampai 100 termasuk Kritis.—
L10 istilah
66LagNilai indikator pada satu atau beberapa periode sebelumnya yang digunakan sebagai fitur untuk merepresentasikan memori temporal.
Juga dicari: lag 1–3
67Lahan Baku Sawah
LBS
Lahan sawah yang menjadi basis spasial analisis sistem. Luas yang ditampilkan pada dashboard adalah luas polygon LBS, bukan luas administratif total.
Juga dicari: sawah; polygon LBS
68Laporan DinamisLaporan yang isi narasi, tabel, KPI, peta, dan dampaknya berubah mengikuti mode, periode, wilayah, kategori fokus, serta parameter Dashboard GIS.—
69LayerKumpulan objek spasial yang ditampilkan bersama pada peta, misalnya polygon LBS, batas Kabupaten/Kota, atau hasil forecast.—
70LBS at RiskPada forecast, luas LBS yang dianggap berisiko ketika hazard forecast lebih dari nol. Istilah ini bukan observed affected area karena predicted coverage belum tersedia.—
71LBS IDIdentitas unik polygon LBS yang dipakai untuk menelusuri satu objek sawah pada peta dan menghubungkannya dengan atribut lain.—
72LBS TerpaparPada aktual, luas LBS yang diperkirakan berada pada area terdampak berdasarkan coverage. Nilainya dihitung dari luas LBS × coverage.—
73LDI
LDI
Indeks komposit kondisi kekeringan LBS yang menggabungkan indikator meteorologis, vegetasi, dan kelembaban tanah setelah orientasi dan standardisasi yang konsisten.
Juga dicari: LBS Drought Index
74Legend / LegendaKeterangan warna yang menghubungkan simbol/warna peta dengan kelas kekeringan atau prioritas.—
75Loss RateProporsi kehilangan hasil yang diasumsikan oleh model screening setelah menggabungkan sensitivitas β dan intensitas/hazard kekeringan.—
M8 istilah
76Macro-F1Rata-rata F1 setiap kelas dengan bobot sama, sehingga kelas yang jumlah datanya kecil tetap mendapat perhatian.
Juga dicari: macro F1
77MAE
MAE
Rata-rata nilai absolut galat prediksi. Mudah diinterpretasikan sebagai besar kesalahan rata-rata dalam satuan target.
Juga dicari: Mean Absolute Error
78ManifestDaftar metadata file/layer spasial yang membantu aplikasi mengetahui data mana yang tersedia untuk wilayah tertentu.—
79Match RatePersentase unit spasial yang berhasil dipasangkan dengan data analitik pada cakupan laporan. Digunakan untuk menilai kelengkapan representasi hasil.—
80Mean Severity DesaRingkasan rata-rata tingkat keparahan pada unit desa setelah informasi piksel/agregat disatukan.—
81Missing ValueData yang tidak tersedia pada record/indikator tertentu. Dalam panel forecast, missingness dipertahankan dan dapat direpresentasikan melalui missing-data flags.—
82MOD13Keluarga produk MODIS Vegetation Index yang menjadi rujukan metodologi untuk NDVI dan kontrol kualitas vegetasi.—
83MODIS
MODIS
Instrumen/produk penginderaan jauh yang digunakan untuk memperoleh indikator vegetasi seperti NDVI dalam sistem.
Juga dicari: Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer
N8 istilah
84National Overview MapTampilan nasional yang menggunakan agregasi Kabupaten/Kota agar peta tetap ringan, sementara statistik disusun dari hasil LBS yang tersedia.—
85National RankUrutan prioritas suatu desa dibanding seluruh desa pada cakupan nasional berdasarkan indikator ranking operasional yang tersimpan.—
86NDVI
NDVI
Indeks vegetasi berbasis kanal merah dan inframerah-dekat yang digunakan untuk merepresentasikan kondisi kehijauan vegetasi.
Juga dicari: Normalized Difference Vegetation Index
87NDVI AnomalyPenyimpangan NDVI periode berjalan terhadap kondisi historis pembanding pada bulan kalender yang sama.—
88No Fabricated TargetPrinsip bahwa target pelatihan yang tidak tersedia tidak dibuat secara sintetis hanya agar model dapat menghasilkan suatu output.—
89No Fake CDPISafeguard bahwa sistem tidak memaksakan Forecast CDPI penuh jika historical coverage/affected-area target belum memadai. Nilai yang tidak didukung data dibiarkan tidak dihitung atau diberi label screening.—
90NoDataNilai penanda bahwa suatu sel/record tidak memiliki data valid. NoData tidak boleh otomatis dianggap nol atau kondisi normal.—
91NormalKelas forecast untuk Forecast LDI di bawah 0,50. Menunjukkan tidak ada sinyal kekeringan forecast pada ambang operasional yang digunakan.
Forecast LDI < 0,50
O1 istilah
92Operational / AktualMode yang menggambarkan kondisi monitoring yang telah dihitung dari indikator aktual dan atribut operasional, bukan proyeksi masa depan.—
P16 istilah
93Parameter SinkronProduktivitas, harga GKP, dan β disimpan sebagai konfigurasi bersama sehingga Dashboard GIS, Rekapitulasi, dan Laporan memakai nilai yang konsisten.—
94PersistenceLama atau jumlah periode berurutan ketika kondisi kekeringan bertahan. Membantu membedakan anomali sesaat dari kejadian yang menetap.—
95Peta LandscapeHalaman peta khusus pada laporan cetak yang diatur landscape agar ruang peta, judul, dan legenda lebih proporsional saat dicetak atau disimpan sebagai PDF.—
96PolygonGeometri area tertutup yang digunakan untuk mewakili batas LBS atau batas administrasi.—
97Popup PolygonKotak informasi yang muncul ketika polygon diklik dan menampilkan identitas, luas, kelas, indikator prioritas, serta estimasi dampak yang relevan.—
98Potential Economic LossEstimasi nilai ekonomi dari potential production loss yang dikalikan harga gabah. Digunakan untuk screening skenario, bukan nilai kompensasi atau kerugian final.—
99Potential Production LossEstimasi jumlah produksi yang berpotensi hilang berdasarkan luas, produktivitas baseline, sensitivitas, dan intensitas/hazard. Bukan kehilangan produksi aktual terverifikasi.—
100Potential / Scenario-based LossIstilah payung untuk angka kerugian yang dihitung dari asumsi model. Harus dibedakan dari kerugian aktual hasil verifikasi lapangan atau administrasi klaim.—
101PrecisionDari seluruh observasi yang diprediksi sebagai suatu kelas, proporsi yang benar-benar termasuk kelas tersebut.—
102Prediction IntervalRentang probabilistik untuk nilai masa depan yang memerlukan model atau kalibrasi khusus. Tidak boleh disamakan dengan screening band ±RMSE.—
103PredictorVariabel masukan yang digunakan model untuk memperkirakan target masa depan, misalnya SPI, anomali vegetasi/soil moisture, lag, trend, dan seasonality.—
104PreprocessingTahap persiapan data sebelum perhitungan indikator, misalnya cleaning, masking, reprojection, clipping, dan penanganan NoData.—
105Priority LevelLabel tingkat prioritas yang membantu membaca hasil ranking operasional. Interpretasinya mengikuti output pipeline, bukan pengganti nilai CDPI.—
106Produktivitas BaselineAsumsi hasil produksi per hektar yang digunakan untuk mengubah luas setara/tingkat kerusakan menjadi potensi kehilangan produksi. Nilainya dapat disesuaikan pengguna sesuai wilayah/periode.
Juga dicari: yield; ton/ha
107Province Overview MapTampilan satu Provinsi yang menggunakan polygon Kabupaten/Kota dengan warna agregat; ketika Kabupaten dipilih, sistem turun ke polygon LBS detail.—
108Provincial RankUrutan prioritas desa dalam Provinsi yang sama, berguna ketika keputusan atau sumber daya dikelola pada tingkat provinsi.—
Q2 istilah
109Quality Assurance MODIS
QA
Informasi kualitas pada produk MODIS yang digunakan untuk menyaring observasi vegetasi yang tidak layak sebelum analisis.
Juga dicari: quality flag
110Quality Control
QC
Pemeriksaan kualitas sebelum analisis, termasuk ketersediaan tanggal, missing value, rentang fisik, QA, NoData, versi, dan metadata.—
R20 istilah
111R²
R2
Koefisien determinasi yang menunjukkan seberapa besar variasi target yang dapat dijelaskan model pada data evaluasi. Nilai tinggi tidak otomatis berarti model aman digunakan tanpa evaluasi lain.
Juga dicari: R-squared; coefficient of determination
112Rainfall AnomalyPenyimpangan curah hujan terhadap nilai historis atau klimatologis pada periode pembanding yang sama.—
113Random Forest
RF
Metode ensemble berbasis banyak pohon keputusan yang mengurangi varians melalui penggabungan banyak model pohon.—
114Random SplitPembagian train/test secara acak. Pada data time series dapat menimbulkan kebocoran temporal, sehingga bukan strategi utama validasi forecast sistem.—
115RasterData spasial berbentuk grid/piksel; digunakan untuk sumber seperti curah hujan, vegetasi, kelembaban tanah, atau output pemodelan tertentu.—
116ReanalysisDataset yang menggabungkan model fisik dan berbagai observasi melalui sistem asimilasi untuk menghasilkan rekonstruksi kondisi atmosfer/daratan yang konsisten sepanjang waktu.—
117RecallDari seluruh observasi yang benar-benar termasuk suatu kelas, proporsi yang berhasil dikenali model.—
118RefitMelatih ulang keluarga/model terpilih menggunakan seluruh observasi yang diizinkan setelah proses seleksi selesai, sebelum inference final.—
119Rekapitulasi dan PelaporanHalaman untuk menyajikan KPI, distribusi kategori, tabel hierarkis, dampak, dan meneruskan filter aktif ke laporan cetak dinamis.—
120Remote SensingPengamatan kondisi permukaan bumi dari sensor tanpa kontak langsung, misalnya data vegetasi MODIS.
Juga dicari: penginderaan jauh
121RendahKelas prioritas operasional terendah dalam rekap kondisi aktual. Pada interpretasi CDPI awal, nilai 0–20 termasuk Rendah.—
122ReproducibilityKemampuan menghasilkan kembali output dengan sumber, versi data, parameter, dan prosedur yang sama. Karena itu sistem menyimpan metadata periode/model dan menjaga baseline tetap.—
123ReprojectionTransformasi data spasial dari satu sistem koordinat ke sistem koordinat lain agar selaras dengan data pembanding.—
124ResamplingPenghitungan ulang nilai raster ketika grid atau resolusi diubah. Resampling membantu penyelarasan tetapi tidak menambah informasi fisik baru atau memperbaiki resolusi sumber secara nyata.—
125Risk ScoreSkor risiko tambahan yang tersimpan pada output operasional. Jangan disamakan dengan CDPI; interpretasi rinci mengikuti pipeline yang menghasilkan field risk_score.—
126RMSE
RMSE
Akar rata-rata kuadrat galat antara prediksi dan observasi. Lebih sensitif terhadap galat besar dan digunakan sebagai kriteria utama seleksi model per horizon dalam metodologi.
Juga dicari: Root Mean Square Error
127RobustnessKemampuan pola/ranking utama tetap relatif stabil ketika parameter, periode evaluasi, atau sampel data berubah secara wajar.—
128Rolling MeanRata-rata bergerak beberapa periode, misalnya tiga bulan, untuk merangkum kondisi terkini dengan mengurangi fluktuasi jangka sangat pendek.—
129Rolling-origin ValidationValidasi berulang menggunakan beberapa titik asal waktu untuk menguji robustness model pada lebih banyak periode daripada satu tahun validasi.—
130Root-zone Soil MoistureKelembaban tanah pada lapisan yang lebih mewakili zona perakaran. Secara pertanian lebih representatif dibanding hanya lapisan permukaan sangat dangkal.—
S22 istilah
131S*Komponen severity yang telah dinormalisasi untuk digunakan dalam formulasi CDPI.
Juga dicari: severity normalized
132SafeguardAturan pembatas interpretasi untuk mencegah keluaran digunakan melampaui dukungan data/metode, misalnya membedakan screening loss dari kerugian aktual.—
133Sangat TinggiKategori interpretasi CDPI untuk skor di atas 60 sampai 80. Perlu dibedakan dari label operasional yang mungkin diringkas berbeda pada dashboard.—
134Scope DesaCakupan paling rinci pada filter administrasi untuk menampilkan data satu desa beserta polygon LBS yang terkait.—
135Scope Kabupaten/KotaCakupan ketika Kabupaten/Kota dipilih. Dashboard beralih ke polygon LBS detail pada Kabupaten/Kota tersebut.—
136Scope KecamatanCakupan analisis untuk seluruh desa/polygon LBS di Kecamatan yang dipilih pada Rekapitulasi dan Pelaporan.—
137Scope ProvinsiCakupan ketika satu Provinsi dipilih tetapi Kabupaten/Kota masih “Semua”. Sistem menampilkan keseluruhan Provinsi dan mengagregasikan informasi per Kabupaten/Kota.—
138ScreeningPendekatan penyaringan awal untuk membandingkan lokasi/risiko dengan asumsi transparan. Screening membantu prioritisasi tetapi tidak menggantikan validasi lapangan atau model kerugian terkalibrasi.—
139Screening Uncertainty BandRentang screening yang pada estimasi dampak forecast dibentuk dengan menggeser Forecast LDI sebesar ±RMSE sebelum transformasi hazard. Rentang ini bukan confidence interval probabilistik formal.—
140Seasonal Climate ForecastPrediksi iklim masa depan dari model atmosfer/laut. Implementasi forecast website saat ini adalah statistical direct multi-horizon berbasis indikator historis dan tidak sama dengan seasonal climate forecast dinamis.—
141SeasonalityPola berulang menurut musim atau bulan kalender yang dapat memengaruhi indikator kekeringan.—
142SedangKelas prioritas operasional menengah. Pada interpretasi CDPI awal, nilai di atas 20 sampai 40 termasuk Sedang.—
143Seluruh IndonesiaCakupan nasional. Pada dashboard, tampilan nasional diringankan dengan agregasi pada polygon Kabupaten/Kota; rekap dan laporan tetap menghitung cakupan Indonesia sesuai data tersedia.—
144Sensitivity AnalysisUji perubahan hasil ketika bobot, threshold, baseline, model, hyperparameter, atau parameter lain diubah dalam rentang wajar. Digunakan untuk menilai robustness.—
145SeverityUkuran tingkat keparahan kekeringan. Pada data operasional aplikasi, field severity disimpan pada skala 0–5; untuk perhitungan dampak aktual dinormalisasi menjadi severity/5.—
146Soil MoistureKandungan kelembaban tanah. Sistem menggunakan informasi kelembaban tanah sebagai indikator kondisi media tempat tanaman memperoleh air.—
147Soil Moisture AnomalyPenyimpangan kelembaban tanah periode berjalan terhadap baseline historis pada bulan kalender yang sama.—
148Spatial ResolutionUkuran area yang direpresentasikan satu piksel/grid. Resolusi sumber tetap harus dibedakan dari unit administrasi tempat hasil diagregasikan.—
149SPI
SPI
Indeks terstandar yang menggambarkan anomali curah hujan terhadap distribusi historis pada skala waktu tertentu. Nilai defisit digunakan sebagai sinyal kekeringan meteorologis.
Juga dicari: Standardized Precipitation Index
150SPI-1SPI pada akumulasi satu bulan. Digunakan sebagai sinyal yang lebih responsif terhadap perubahan curah hujan jangka pendek.—
151SPI-3SPI pada akumulasi tiga bulan. Memberikan konteks defisit atau surplus hujan yang lebih akumulatif daripada SPI-1.—
152Standardized NDVI AnomalyAnomali NDVI yang dinyatakan dalam skala terstandar sehingga dapat dibandingkan dan digabungkan dengan indikator lain.—
T8 istilah
153TargetVariabel yang ingin diprediksi model pada waktu t+h. Pada subsistem utama, target forecast adalah LDI masa depan.—
154Temporal HindcastSimulasi prediksi masa lalu dengan aturan seolah-olah data masa depan belum diketahui, digunakan untuk menilai kemampuan generalisasi model secara temporal.—
155Temporal ResolutionFrekuensi atau interval waktu data tersedia, misalnya harian, 16-harian, atau bulanan.—
156Temporal ValidationEvaluasi model dengan memisahkan data berdasarkan waktu, bukan random split, sehingga lebih menyerupai penggunaan forecast sebenarnya.—
157TinggiKelas prioritas operasional tinggi. Pada interpretasi CDPI awal, nilai di atas 40 sampai 60 termasuk Tinggi.—
158TrainingProses model mempelajari hubungan antara predictor dan target dari data historis.—
159TrendArah perubahan kondisi dari waktu ke waktu, misalnya memburuk atau membaik. Digunakan untuk mendekatkan monitoring menjadi early warning.—
160TuningProses memilih hyperparameter/model configuration berdasarkan data pelatihan/validasi tanpa menggunakan informasi target masa depan secara tidak sah.—
U2 istilah
161UncertaintyKetidakpastian hasil akibat keterbatasan data, model, lead time, dan variasi indikator. Harus dibaca terpisah dari nilai prediksi titik.—
162Unit DesaUnit agregasi dan pengambilan keputusan terkecil pada analisis. Istilah “tingkat desa” tidak berarti semua data sumber memiliki resolusi fisik setingkat desa.—
V3 istilah
163Valid AreaBagian area yang memiliki data sumber layak untuk dianalisis setelah masking/quality control. Nilai valid area membantu menilai apakah ringkasan desa cukup representatif.—
164VectorData spasial berbasis titik, garis, atau polygon. Batas administrasi dan polygon LBS merupakan contoh data vector.—
165Verifikasi LapanganPemeriksaan kondisi aktual di lokasi untuk mengonfirmasi hasil model/peta dan mengkalibrasi parameter operasional.—
W2 istilah
166WaspadaKelas forecast awal ketika Forecast LDI mulai mencapai ambang 0,50 tetapi belum masuk Kering Ringan.
0,50 ≤ Forecast LDI < 1,00
167WebGISAplikasi GIS berbasis web untuk menampilkan peta, filter administrasi, popup polygon, legenda, ranking, dan analisis dampak secara interaktif.—
X1 istilah
168XGBoost
XGB
Implementasi gradient boosting yang menggunakan regularisasi dan optimasi komputasi untuk pemodelan skala besar.—
Z2 istilah
169Z-score
Z
Standardisasi yang menyatakan selisih nilai terhadap rata-rata dalam satuan simpangan baku. Digunakan agar indikator dengan skala berbeda dapat dibandingkan.
Juga dicari: standard score
170Zonal StatisticsPerhitungan statistik nilai raster pada suatu zona polygon, misalnya desa atau LBS, untuk membentuk ringkasan spasial.—